Thursday, February 18, 2010

BAHAN USRAH

Iman Kepada Rasul

Ta’rif Nabi dan Rasul

Rasul adalah orang laki-laki pilihan yang Allah berikan wahyu berisi syari’ah dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya. Sedang nabi adalah orang laki-laki yang Allah berikan wahyu kepadanya berisi syari’ah, tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya.

Rasul dan nabi sama-sama mendapatkan wahyu, tetapi sering kali seorang Nabi diutus Allah kepada kaum yang memang sudah beriman sehingga peranannya hanya menjalankan syari’ah yang sudah ada itu dan tidak membawa ajaran yang baru. Seperti para Nabi yang pernah Allah utus kepada Bani Israil setelah ditinggalkan Nabi Musa, mereka bertugas mengajarkan dan mengamalkan Taurat, tidak membawa ajaran yang baru/bukan dari Taurat. (QS. 2: 246). Di sinilah rahsia sabda Nabi : al ulama waratsatul Anbiya, bukan waratsaturrasul, kerana peran ulama hanya terbatas pada menyampaikan ajaran agama yang ada bukan membuat aturan baru.

Jumlah Nabi dan Rasul

Ketika Rasulullah ditanya oleh Abu Dzar, tentang berapa jumlah para nabi dan rasul itu? Nabi menjawab 120 (seratus dua puluh) ribu, dari mereka itu terdapat 313 (tiga ratus tiga belas) rasul. Dari jumlah itu, yang tersebut namanya dalam Al Qur’an terdapt 25 orang, yaitu : 1.Adam, 2. Nuh, 3. Idris, 4. Shalih, 5. Ibrahim, 6. Hud, 7. Luth, 8. Yunus, 9. Ismail, 10. Ishaq, 11. Ya,qub, 12. Yusuf, 13. Ayyub, 14. Syu’aib, 15. Musa, 16.Harun, 17. Yasa’, 18. Dzulkifli, 19. Dawud, 20. Zakariyya, 21. Sulaiman, 22. Ilyas, 23. Yahya, 24. Isa dan 25. Muhammad SAW. 18 orang nabi disebutkan namanya dalam surah Al An’am/6: 83-86, kemudian yang lainnya disebutkan di ayat-ayat lain seperti QS. Ali Imran/3: 33, Al A’raf, 65, 73, 85, Huud/11:50, 61, 84, Al Anbiya/21: 85.

Syubuhat atau keraguan yang muncul dalam masalah Nubuwwah dan Risalah.Mengapa nabi dan rasul itu tidak dari bangsa malaikat saja ? Para nabi dan rasul diambil dari bangsa manusia itu sendiri, ( QS. 3:144) bukan dari jenis makhluk lain, meskipun pernah ada permintaan dari kaum kafir agar nabinya dari bangsa malaikat. Hal ini sangat tidak mungkin, kerana akan bertentangan dengan fungsi dan tugas rasul yang menjadi teladan. Boleh jadi ketika nabi yang dari malaikat itu menyerukan sesuatu, umatnya mudah saja menolak dengan mengatakan :”Wajar saja ia dapat berbuat begitu, kerana memang dia malaikat, sementara kita manusia biasa, bagaimana boleh seperti dia…..dst ”Mengapa nabi dan rasul itu selalu dari laki-laki, tidak ada yang wanita.

Begitu juga tidak ada nabi atau rasul dari kaum wanita. Kenabian adalah mutlak pilihan Allah, tidak ada intervensi siapapun dalam penunjukannya (QS. 21:7), disamping itu tugas-tugas kenabian yang harus dilakukan memang banyak yang bertentangan dengan fitrah kewanitaan, seperti menerima wahyu, berbaur dengan umat, berjihad, keluar rumah, dsb. Bagaimana jadinya jika nabi itu wanita yang sedang berhalangan lalu mendesak turun wahyu.. Dan sepanjang sejarah manusia memang belum pernah ada nabi wanita.

Sifaturrasul

1..Basyariyyaturrasul (بشرية الرسول) Para nabi adalah manusia biasa yang juga memerlukan hal-hal yang bersifat umum, seperti makan, minum, menikah, berketurunan dan sifat kemanusian/basyariyyah lainnya. (QS. 25: 20, 13:38, 5:75) Para Nabi tidak memiliki kekuasaan sedikitpun yang menjadi kekhususan Allah, seperti mengetahui hal-hal ghaib, menguasai alam, mendatangkan keuntungan atau kerugian, member berkat, dsb, kecuali yang telah Allah berikan kepadanya. QS. 7:188, Jin: 26-27 2.Ishmaturrasul(عصمة الرسول) Para rasul adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan kesalahan dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah, mereka telah dibekali Allah kesempurnaan dalam hal amanah, shidq/ kejujuran, fathonah/ kecerdasan, dan tabligh/ penyampaian, sehingga selalu siap siaga dalam menghadapi cabaran dan tugas apapun.

3.Iltizamurrasul(التزام الرسول) Para rasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apapun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berda’wah sesuai dengan arahan dan perintah Allah, meskipun untuk menjalankan perintah Allah itu harus berhadapan dengan penentangan yang berat baik dari dalam diri pribadinya, maupun dari para musuhnya. Dalam hal ini para rasul tidak pernah sejengkalpun menghindar atau mundur dari perintah Allah.

Mukjizat Rasul.

Para rasul juga dibekali mukjizat dan tanda-tanda keistimewaan lainnya, untuk membuktikan kebenaran kerasulan mereka, bahawa mereka datang dari Allah SWT. Seperti yang pernah Allah berikan kepada Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad SAW

.Rasul Ulul-Azmi.Dari 25 orang rasul itu terdapat lima orang rasul yang dikenal dengan Ulul- Azmi minarrusul, yaitu : Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad SAW. Mereka itu Allah sebutkan dalam firman Allah: “Dan Ingatlah ketika kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu sendiri, dari Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh” Surah Al Ahzab/33:7

Lima rasul ulul-azmi inilah yang semestinya selalu kita kenang dan kita hayati perjalanan hidup mereka, tanpa melupakan atau mengecilkan peranan dan keteladanan rasul-rasul lainnya.

Nabi Nuh, as. Kegigihannya dalam berda’wah siang dan malam, tanpa mengharapkan jasa dan imbalan dari kaumnya. Keberadaan isteri dan anak yang menjadi penghalang da’wahnya serta ia tidak pernah terpengaruh oleh tentangan dan ejekan itu.“Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu, sebagaimana kamu sekalian mengejek kami” QS. Hud/11: 38

Nabi Ibrahim, as. Kepatuhannya dalam menjalankan perintah Allah, mulai dari pernyataannya memisahkan diri dari kepercayaan kaumnya termasuk ayahnya sendiri, caranya berdialog menunjukkan kebatilan patung/berhala kepada kaumnya, keberaniannya menghancurkan patung-patung sembahan Namrud dan kaumnya, hingga murka dan pembakaran Ibrahim oleh kaumnya (QS.21: 51-69).Maka wajar orang yang sedemikian hanifnya, dan tinggi semangat da’wahnya, Allah tidak relakan terbakar oleh api Namrud. Demikian juga perpindahannya ke Makkah, tanah tandus yang tidak berumput (QS. 14:37), kesediaan isteri dan keluarga ketika terpaksa ditinggal sendirian, Nabi Ibrahim pergi memenuhi perintah Allah. Kesungguhannya untuk berkorban, kebesaran jiwa isteri, dan kepatuhan anak untuk dikorbankan, hanya kerana memenuhi perintah Allah SWT.

Nabi Musa, as. Kisah terbanyak dalam Al Qur’an adalah kisah Musa dan Fir’aun. Sejak kecilnya sudah dihadapkan dengan bahaya. Kerelaan ibunya menghanyutkan bayi Musa di sungai Nil, adalah sebuah pengorbanan yang tak terhingga. Pembelaannya pada Bani Israil yang tertindas, membuatnya keluar dari istana Fir’aun, menuju ke Madyan, menjadi penggembala kambing Nabi Syu’aib selama sepuluh tahun. Lalu diperintahkan Allah kembali menemui Fir’aun mengajaknya beriman kepada Allah,QS. Al Qashash/28:2-40, Musa mulai berhadapan dengan penentangan besar, ditentang dan dimusuhi Fir’aun. Musa berhasil membawa sebahagian Bani Israil setelah mengalahkan tukang-tukang sihir Fir’aun. Musa di uji kesabarannya membawa Bani Israil, keluar dari Mesir menuju ke Baitul Maqdis dan penderhakaan Bani Israil pada Musa, (QS.5:20-25).

Nabi Isa, as. Kelahiran tanpa ayah (19:16-22), tuduhan keluarga Maryam atas diri Maryam, (19:27-28). Mukjizat Nabi Isa yang boleh berbicara sewaktu di buaian, menyembuhkan orang sakit, dan menghidupkan orang mati, atas izin Allah (3:49) tidak membuatnya keluar dari statusnya sebagai hamba Allah (4:172).Penentangan dari kaum Yahudi, yang berusaha membunuhnya (4:157-158). Pendewaan yang dilakukan oleh kaum Nasrani, kerana Isa dianggap memiliki sifat-sifat ketuhanan, seperti menyembuhkan orang sakit, menghidupkan orang mati, dan membuat burung dari tanah (3:49, 4:1710, 5:72-73, 116-120) membuatnya berdoa “ Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesngguhnya Engkau yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Nabi Muhammad, SAW. Kesabarannya yang tak terhingga dalam mengajak kaumnya bertauhid kepda Allah. Penentangan dari kaumnya dan bahkan pamannya sendiri, hingga baginda terusir dari kampung halamannya. Ke Thaif, dilempari batu, dituduh orang gila, tapi yang keluar dari mulutnya, hanya permohonan kepada Allah agar menunjuki mereka.Demikianlah kegigihan para rasul ulul azmi dalam menyelamatkan kaumnya dari bahaya kufur, agar mereka bertauhid kepada Allah. Seluruh usaha dan pengerahan kemampuan hanya ditujukan agar umat manusia menjadi beriman kepada Allah, hidup dengan benar, keluar dari lingkaran kebinatangan untuk menjadi manusia utuh dan sempurna, menjalankan fungsi khalifah, sebagai makhluk yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan makhluk manapun adanya.Wallahu a’lam.

Dewan Ulama’ PAS Perak 2005

No comments:

Post a Comment